

sebelumnya Orang-orang banyak yang tidak berminat pada aktivitas di internet,akan tetapi kini semua orang mulai keranjingan FB (FACEBOOK).Demam friendster sudah berlalu. Kini muncul ‘demam’ baru yang menjangkiti banyak orang dan tidak kenal usia, namanya ‘demam’ Facebook (FB)Pakar teknologi informasi, Dr Linda M Gallant, Asisten Profesor dari Emerson College, Boston, memberi penjelasan, “Situs internet umumnya menyajikan informasi dan para penjelajahnya hanya menerima apa adanya. Sekarang ini para penjelajah ingin berpartisipasi sebagai pengisi situs. Facebook memenuhi hasrat itu.”
Lalu mengapa Facebook mengejar My Space, situs jaringan sosial terbesar pertama di dunia sebelum April 2008? Keadaan bahkan sudah berubah, Facebook tidak lagi nomor dua sebagaimana ditulis di situs Techcrunch.
Situs Mashable (The Social Media Guide) menyatakan, desain Facebook lebih enak dilihat dan dijelajahi serta menawarkan hal-hal yang lebih riil. Sebagai contoh, Facebook menawarkan orang lain yang kira-kira Anda kenal untuk di-add (ditambahkan) jadi teman. My Space juga menyodori Anda beberapa teman, tetapi termasuk menyodori orang-orang dari negeri antah berantah menjadi teman.
Facebook juga membuat dunia tidak lagi selebar daun kelor. Kita bisa bersua dan ngobrol dengan teman lama saat masih TK, SD hingga bangku kuliah, di mana pun mereka berada. Selain bisa berkenalan dengan banyak orang di dunia maya, para pengguna FB bisa ber-‘narsis’ ria. Anda bisa meng-upload foto dan video, memberitahu teman-teman apa kegiatan Anda setiap hari, baju apa yang Anda kenakan hari itu, semuanya bisa dilakukan instan bahkan lewat ponsel. Anda juga bisa memberi komentar, blogging, atau main game di FB.
Intinya, apapun yang Anda ‘lakukan’ di FB milik Anda, akan langsung tersebar dari wall ke wall, lewat status atau dari messages ke messages sesama pengguna FB dalam akun Anda. Misalkan Anda baru saja mengedit profile, dan tindakan Anda itu akan secara otomatis diberitahukan ke teman-teman yang ada dalam jaringan Anda.Di FB, seseorang bisa menunjukkan status percintaan dengan pasangannya. Apabila sang kekasih juga pengguna FB, nama tersebut akan secara otomatis terpasang di halaman situs pertemanan populer di dunia itu.
Coba Anda edit status Anda ‘in a relationship’ menjadi ‘not-in-one’ di FB, semua teman Anda akan langsung tahu dan Anda harus siap-siap menjawab pertanyaan mengapa Anda putus dengan si doi.FB Page memang telah menjadi salah satu alternatif untuk membangun sebuah brand bagi para vendor. Penggunaannya cukup praktis karena kita tidak perlu menjadi anggota FB untuk melihat isi. Namun, bagi anggota FB yang tertarik dengan halaman tersebut bisa langsung menjadi fan. Yang menarik lagi, halaman FB Page juga diindeks mesin pencari Google sehingga orang yang bukan anggota FB pun masih dapat melihat FB Page milik Anda.
Meski telah menjadi fan FB Page, tidak berarti admin/pemilik halaman bisa mengakses data pribadi para fan. Beberapa fitur FB Page yang bisa dimanfaatkan sebuah brand dalam FB Page, antara lain The Wall (fitur komentar), Discussion Board (forum diskusi), Notes (mini blog), Events (untuk menginformasikan sebuah acara), Photos (galeri foto), Video (galeri video), Flash Player dan sebagainya.
Saat ini, berdasarkan perhitungan jaringan pertemanan, jumlah orang Indonesia yang menggunakan FB diperkirakan 1,3 juta. Sepanjang 2008, pertumbuhannya mencapai 645%, jauh di atas China, India, dan negara-negara ASEAN.MLP (di kutip dari Berita Indonesia 65)











